Rabu, 11 Februari 2015

FILSAFAT PENDIDIKAN DAN IMPLIKASINYA

Filsafat Pendidikan dan Implikasinya

Filsafat adalah berfikir radikal. Berfikir radikal adalah berfikir hingga ke “radik”, akar. Jadi berfikir filsafati dalam pendidikan adalah berfikir mengakar/menuju akar atau intisari pendidikan. Pertanyan filsafati biasanya berkisar pada tiga hal; ontologis, epistomologis dan aksiologis. Pertanyaan ontologis adalah pertanyaan yang menggugat identitas; sebetulnya pendidikan itu apa ?. Sedangkan pertanyaan epistemologis adalah pertanyaan yang menggugat cara; bagaimanasuatu pendidikan yang “apa”-nya sudah diketahui, dijalankan ? Dan yang ketiga (ontologis) adalah pertanyaan yang menggugat tujuan; untuk apasuatu pendidikan itu digelar ?
Makalah singkat dan sederhana --yang dibuat agak terburu-buru-- ini berusaha untuk menjelaskan tiga pertanyaan itu semua.
Semoga bisa memperkaya wawasan kita sebagai para pekerja pendidikan (education workers) !

Tiga Paradigma Utama Pendidikan

Paradigma adalah world view,

PENDEKATAN PSIKOLOGI MANUSIA

PENDEKATAN PSIKOLOGI
Pendekatan Behaviorisme
Pendekatan Behaviorisme menekankan kepada tingkah laku yang boleh dilihat dan diukur. Pendekatan ini dipelopori oleh John B. Watson di Universiti John Hopkins Amerika Syarikat pada tahun 1913 yang berpendapat bahawa tingkah laku dipengaruhi oleh persekitaran dan bukannya unsur-unsur dalaman. Menurut Bernstein (1994), idea-idea Watson inilah yang mengembangkan pendekatan behaviorisme yang menekankan idea bahawa tingkah laku dan proses mental adalah hasil daripada pembelajaran. Menurut pendekatan ini, tingkah laku ialah satu siri gerak balas yang dipelajari dengan wujudnya rangsangan. Pendekatan ini dikenali sebagai psikologi rangsangan gerak balas atau ringkasnya R-G. Selain J.B Watson, ahli-ahli psikologi behaviorisme yang lain ialah B.F Skinner, Ivan Pavlov dan E.L. Thorndike.
 Menurut Pavlov (1962), setiap rangsangan akan menimbulkan gerak balas dan berlaku pembelajaran apabila terdapat perkaitan antara rangsangan dan gerak balas. Pelaziman bermaksud pembelajaran yang berlaku apabila ada perkaitan antara rangsangan dan gerak balas. Menurut Mahani Razali (2002), Pelaziman klasik pula adalah pembelajaran yang berlaku akibat daripada dua rangsangan ini. B.F. Skinner (1904-1990) bersetuju dengan pendapat Pavlov tetapi menyatakan bahawa tingkah laku dapat diperhatikan dalam jangka panjang supaya dapat mengubah perlakuan yang mudah kepada perlakuan kompleks. Menurut beliau, bimbingan, latihan, ganjaran, pengukuhan dan tunjuk ajar yang berterusan adalah penting bagi menjamin perubahan tingkah laku yang berkesan. Bagi E.L. Thorndike, walaupun pembelajaran berlaku hasil gabungan antara stimulus (rangsangan) dan response (gerak balas) seperti pendapat Pavlov dan Skinner, beliau memberi penekanan terhadap pembelajaran cuba jaya dan pengulangan. Contohnya, Ghazali, seorang murid dalam tahun enam akan terus memperbaiki kelemahan matematiknya hasil dari tunjuk ajar, galakan dan pujian dari gurunya setelah ia berjaya menyelesaikan masalah matematik yang diberikan kepadanya.

Pendekatan Psikoanalitik
Pendekatan ini dipelopori oleh Sigmund Freud (1856-1939) yang berpendapat bahawa sebahagian besar tingkah laku dipengaruhi oleh

TES PENGKURAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK

TEST PENGUKURAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK

I.
 Beri tanda x pada B bila jawaban benar dan S bila jawaban salah !
1. B – S Peletak dasar moral paedogenik, yang mencandra pendidikan sebagai upaya mengembangkan daya pikir anak menuju kesempurnaan kesusilaan merupakan sejarah perkembangan anak yang dinyatakan oleh Sokrates.
2. B – S Pertumbuhan sefalokaudal dimulai arah kepala menuju kaki.
3. B – S Pertumbuhan otak merupakan bagian dari pertumbuhan anak yang berjalan lambat sampai umur 2 tahun.
4. B – S Refleks bayi 1-4 bulan apabila didirikan, kaki akan menyentuh tanah seakan mau melangkah
5. B – S Skor agar 2 apabila denyut jantung dibawah 100, badan merah semua, tonus otot lemah, pernafasan lemah/tak teratur, kepekaan hidung tak ada respon.
6. B – S Alat-alat tubuh yang berada didaerah sumbu, misalnya jantung, alat-alat nafas dan alat-alat cerna, tumbuh lebih dulu dan lebih pesat dari pada alat-alat yang ada di daerah tepi seperti anggota gerak badan.
7. B – S Fase pertumbuhan cepat terjadi pada awal pertumbuhan, berupa hasil enzimatik awal dan perubahan faal dalams sel
8. B – S Super ego merupakan bagian proses kejiwaan yang memiliki proses realitas
9. B – S Bandura mengembangkan teori belajar sosial sebagai sanggahan terhadap teori belajar adri skinner.
10. B – S Quintilianus menekankan pentingnya pendidikan komunikasi, dengan persyaratan bahwa orang-orang terdidik ialah para orator yang baik.
11. B – Piaget menyatakan bahwa
ego merupakan sumber utama perkembangan anak, dalam interaksinya terhadap lingkungan.
12. B – S Perubahan bertahap melalui periode vaksinasi, untuk mencapai kemampuan penanganan konsep, seperti konservasi, dll merupakan tahap operasional-kongkrit
13. B – S Skala mengukur perkembangan anak mulai umur 2 sampai 30 bulan, berupa skala mental, skala motor, dan catatan perilaku bayi berdasarkan skala perkembangan Gessell
14. B – S Tugas perkembangan anak menurut BKB untuk anak usia 7 bulan, anak bisa duduk sendiri tanpa dibantu
15. B – S Anak usia 0 – 3 tahun perkembangan fisiknya cepat, bisa duduk dan merangkak, mulai belajar berjalan dan berlari

KECERDASAN BUATAN

KECERDASAN BUATAN DAN PEMROSES INFORMASI MANUSIA
ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)
Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah suatu ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdasarkan pada disiplin ilmu seperti ilmu kompouter, biologi, psikologi, ilmu bahasa, matematika dan teknik.
Artificial Intelligence (AI) memiliki tujuan untuk menciptakan komputer-komputer yang dapat berfikir (dan juga) dapat melihat, mendengar, berjalan, berbicara, dan merasakan. Dorongan utama dariArtificial Intelligence (AI) adalah pengembangan fungsi normal komputer yang digabungkan dengan kecerdasan manusia, seperti memberi alasan, menarik kesimpulan, belajar dan memecahkan masalah.
Bagian-bagian Utama dari Aplikasi Artificial Intelligene (AI)
Artificial Intelligence (AI) dapat dikelompokkan ke dalam empat bagian utama, seperti terlihat pada gambar di bawah ini :
Seperti terlihat pada gambar di atas, Artificial Intelligence (AI) dapat dikelompokkan ke dalam empat bagian utama, yaitu ilmu falsafat, ilmu komputer, aplikasi robotic, dan bahasa alami yang akan dijelaskan berikut ini.
Aplikasi Ilmu Falsafat
Untuk aplikasi ini, Artificial Intelligence (AI) berbasis pada penelitian di bidang biologi, neurologi, psikologi, matematika, dan berbagai disiplin ilmu terkait lainnya. Fokus penelitian dari aplikasi ini adalah meneliti bagaimana otak manusia dapat bekerja, dan bagaimana manusia dapat berfikir dan belajar. Aplikasi ilmu falsafah ini mencakup pengembangan di bidang sistem pakar, sistem berbasis pengetahuan, sistem belajar, dan sistem logic fuzzy.
Aplikasi Ilmu Komputer
Untuk aplikasi ini, Artificial Intelligence (AI) memfokuskan diri pada perangkat keras komputer dan sistem perangkat lunak yang dibutuhkan untuk menghasilkan superkomputer yang kuat seperti yang dibutuhkan oleh berbagai aplikasi Artificial Intelligence (AI). Aplikasi ilmu komputer ini mencakup pengembangan genarasi kelima komputer, pemrosesan pararel, pemrosesan simbolik, dan jaringan neural.
Aplikasi Robotic
Robotic berbasis pada bidang Artificial Intelligence (AI), teknik, dan psikologi. Teknologi inilah yang menghasilkan robot. Robot diartikan sebagai mesin dengan kecerdasan komputer dan dikontrol oleh komputer, dan memiliki kemampuan fisik seperti manusia. Aplikasi dari robotic ini mencakup pemberian kemampuan untuk melihat atau persepsi visual, menyentuh atau kemampuan meraba, decterity atau kemampuan untuk memegang dan memanipulasi, pengangkutan atau kemampuan fisik untuk bergerak, dan navigasi atau kecerdasan untuk menemukan atau mencapai jalan keluar.
Aplikasi Bahasa Alami
Pengembangan aplikasi ini berhubungan dengan lingkungan atau bagian utama dari Artificial Intelligence (AI) dan merupakan inti dari ilmu falsafat dan robotic. Dapat berkomunikasi atau berbicara kepada komputer dan robot dakam bahasa percakapan manusia dan dapat membuat komputer “mengerti” kita seperti kita saling mengerti satu sama lain merupakan tujuan dari Artificial Intelligence (AI).
HUMAN INFORMATION PROCESSING

ANALISA GERAK DALAM CABANG SEPAK BOLA

ANALISA GERAK CABANG SEPAK BOLA
TEKNIK : PASSING DENGAN PUNGGUNG KAKI
TENTANG : ALAT GERAK YANG BERFUNGSI SAAT TEKNIK YANG DIGUNAKAN
A.    SENDI
Sendi yang berfungsi saat dilaksanakan teknik passing dengan punggun kaki adalah :
1. Articulation Coxae
2. Articulation Genu
3. Articulation Talocruralis
B.    OTOT
1. Flexi pada punggung
v M. Rektus Femoris
v M. Pectineus
v M. Psoas Major
v M. Illiacus
v M. Sartonius
v M. Adductor Brevis
v M. Adductor Longus
v M. Adductor Magnus
v M. fasciae Latae
2. Flexi pada Lutut

PENINGKATAN PEMBINAAN OLAHRAGA DAN PERAN SWATA

PERAN SWASTA DALAM MENINGKATKAN PEMBINAAN OLAHRAGA

Sejak  tanggal 9 September 1981, bangsa Indonesia telah menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Olahraga Nasional (Haornas). Bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga ini agaknya perlu dilakukan evaluasi terhadap perjalanan panjang kegiatan olahraga di Indonesia dan khususnya di Propinsi Nusa Tengagra Timur (NTT).
Kondisi saat ini bisa dikatakan "jalan di tempat". Hal itu tercermin dari miskinnya prestasi internasional yang berhasil diraih oleh para atlet Indonesia. Tingkat pencapaian prestasi olahraga, baik berupa jumlah perolehan medali maupun tingkat partisipasi Indonesia dalam even-even olahraga internasional menunjukkan penurunan. Keterpurukan dan ketertinggalan bangsa Indonesia di bidang olahraga memperoleh tanggapan dan perhatian serius dari pemerintah.
Dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat di bidang olahraga, pada bulan September 1981 pemerintah secara khusus mencanangkan program Memasyarakatkan Olahraga dan Mengolahragakan Masyarakat. Seiring dengan ini dua tahun kemudian, tahun 1983 pemerintah membentuk Kantor Menteri Negara Urusan Pemuda dan Olahraga (Kantor Menpora) dan pada tingkat Daerah juga terbentuk Kantor Dinas Pemuda dan Olagraga (Dispora) dengan tugas pokok antara lain melaksanakan dan mengkoordinasikan pembangunan olahraga.
Upaya pemerintah ini sangat penting. Kegiatan olahraga, selain merupakan sarana peningkatan prestasi baik untuk lokal, regional, nasional dan internasional, olahraga bagi masyarakat sangat bermanfaat sebagai aktivitas untuk menjaga kebugaran jasmani dan kesehatan, sekaligus akan menanamkan pola perilaku hidup sehat.
Langkah demikian sesuai konsep dan definisi olahraga yaitu kegiatan seseorang yang dengan sengaja meluangkan waktunya untuk malakukan satu atau lebih kegiatan fisik, dengan tujuan

FASE-FASE KETRAMPILAN MOTORIK

FASE-FASE KETRAMPILAN MOTORIK
OLEH:
Mr. Johnphony

FASE KETRAMPILAN MOTORIK TINGKAT PERTAMA
Fase belajar motorik adalah suatu fase yang manggambarkan keadaan penguasaan keterampilan motorik seseorang dalam dalam melaksanakan gerakan-gerakan olah raga.
Kemampuan seseorang untuk dapat menguasai keterampilan-keterampilan motorik olah raga berbeda-beda,yang disebabkan oleh antara lain :
  • Perbedaan kemampuan kondisi dan koordinasi yang dimiliki
  • Perbedaan usia
  • Perbedaan pengalaman gerakan
  • Perbedaan jenis kelamin
  • Perbedaan kognitif,
  • Frekwensi latihan dan sebagainya
Pembagian fase-fase belajar motorik bukan berdasarkan pada tingkat usia,melainkan pada tingkat kemampuan seseorang dalam penguasaan keterampilan-keterampilan motorik olahraga dalam melaksanakan gerakan-gerakan.
Ciri-ciri umum kemampuan fase belajar motorik tingkat pertama
Ciri-ciri umum fase belajar motorik tingkat pertama adalah penguasaan kemampuan motorik dalam bentuk kasar,seseorang yang berada pada fase ini hanya mampu melaksanakan gerakan-gerakan yang dituntut bila situasi dan kondisi mendukung.
Ciri-ciri khusus atau yang banyak dilihat.
· Struktur dasar gerakan tersebut diperlihatkan dalam bentuk yang kasar.
· Irama gerakan :
Kesalahan dalam irama gerakan disebabkan oleh:
1. Individu yang belajar belum memiliki pengalaman dan simpanan
2. Belum dapat mengatur dan mengimpulskan tenaga sesuai dengan kebutuhan otot-otot yng bekerja.
· Hubungan gerakan
Hubungan gerakan dari bagian-bagian grerakan dari satu anggota tubuh ke anggota tubuh yang lain masih belum terkoordinir dengan baik.
· Luas gerakan
Disebabkan karana kemampuan koordinasinya yang memang masih belum terbentuk,dengan demikian prinsip efisiensi dan efektefitas baik dari segi tenaga,waktu dan ruangan yang terpakai belum dapat direalisasikan.
· Kelancaran gerakan /aliran gerakan
Aliran gerakan yang ditampilkan masih belum lancar,yaitu masih tersendat-sendat.kurangnya kecepatan dan percepatan tersebut disebabkan karena pengaruh impuls/tenaga yang diberikan.
· Kecepatan gerakan
Belum memiliki kecepatan gerakan yang baik yaitu masih bersifat lamban dan kaku.
· Ketepatan dan kekonstanan gerakan
Kekonstanan gerakan yang dimiliki oleh individu yang berada pada fase tingkat pertama ini boleh dikatakan tidak ada karenakemampuan yang dimiliki belum stabil atau belum dapat diukur.
· Bayangan gerakan
Bayangan gerakan yang berhasil dibangun oleh individu yang berada pada fase tingkat pertama masih kurang lengkap
· Program gerakan
Artinya program gerakan baru memuat komponen-komponen gerakan yang bersifat umum atau yang penting-penting sajadan belum terperinci.
Ciri-ciri kemampuan penerimaan dan pengolahan informasi fase belajar tingkat pertama.
Ciri-ciri pada fase belajar tingkat pertama dapat dilihat pada aspek penerimaan dan pengolahan informasi.
Dalam pelaksanaan aksi-aksi motorik atau gerakan-gerakan olahraga ada 5 indra penerima informasi yaitu : visual (penglihatan), akustik (penalaran), taktil (kulit), kinestik (otot), dan vetibular (alat keseimbangan).
Kelima indra itu tidak hanya berperan dalam penerimaan informasi tetapi juga berperan dalam penerimaan feedback,yaitu tentang gerakan yang sedang berlansung.
Berdasarkan feedback ini dapat dilakukan pengendalian dan pengaturan-pengaturan gerakan-gerakan yang sedang dilakukan misalnya:pengaturan tentang impuls-impuls kekuatan,penmgaturan,dan pengendalian arahgerakan.